Jumat, 10 Mei 2013

Adilkah semua ini ?



(Manusia dan Keadilan)

Seringnya kecelakaan dijalan raya membuat kita harus lebih berhati-hati dalam berkendara. Kecelakaan biasanya terjadi dikarenakan kurangnya kesadaran untuk mematuhi peraturan yang ada. Membicarakan masalah peraturan dijalan raya, sering saya melihat pengendara yang menggunakan “seragam” dengan santainya menerobos lampu merah, tidak memakai helm saat berkendara atau ketika ada pemeriksaan surat-surat berkendara para pengendara “seragam” itu tidak terkena pemeriksaan.

Sayangnya saya tidak mengabadikan peristiwa-peristiwa yang membuat saya heran itu. Kita sudah tahu bahwa lampu lalu lintas saat berwarna merah itu artinya semua pengendara baik motor, mobil ataupun yang lainnya harus berhenti, tetapi yang saya lihat ada seorang pengendara sepeda motor yang “berseragam” tidak berhenti seperti saya dan yang lainnya, dia terus menerobos lampu merah dan yang membuat saya makin heran, dijalan itu terdapat seorang polisi yang sedang bertugas tetapi polisi tersebut membiarkan pengendara yang menerobos lampu merah tadi. Bayangkan ketika orang biasa yang bukan siapa-siapa melakukan hal seperti itu juga, pasti sudah kena tilang bukan ? Mengapa demikian ? Entah karena apa mereka seperti diistimewakan. Apa karena mereka mempunyai pangkat dan berseragam sedangkan yang tidak demikian harus mengikuti peraturan yang ada jika sekali saja melanggar, maka akan langsung dikenakan sanksi ?

Dan mungkin kita masih ingat tentang peristiwa yang pernah marak di berbagai media, entah itu televisi, surat kabar, ataupun internet. Seorang pemuda yang merupakan anak dari seorang pejabat negara mengalami kecelakaan mobil dan menewaskan beberapa orang. Ia beruntung karena ayahnya merupakan salah satu orang penting di negara ini. Ayahnya langsung menyatakan rasa duka yang mendalam, minta maaf, dan memberikan santunan kepada korban. Setelah itu pemuda tersebut tidak ditahan. Sementara seorang lelaki yang berprofesi sebagai supir angkot yang penumpangnya terjun dari angkot karena merasa supir angkot tersebut akan menculiknya langsung ditahan oleh pihak kepolisian dan mendapatkan sanksi atas meninggalnya penumpang tersebut. Mengapa hal yang sama-sama menghilangkan nyawa orang lain mendapatkan hukuman yang berbeda ? Ketidakadilan seperti ini apakah disebabkan karena status sosialnya ? Hukum seharusnya menegakkan keadilan yang setinggi-tingginya karena negara kita adalah negara hukum. Seharusnya semua masyarakat Indonesia siapapun orangnya mendapatkan perlakuan yang sama dan tidak dibeda-bedakan.

Kamis, 09 Mei 2013

Sudah Jatuh Tertimpa Tangga

(Manusia Dan Penderitaan)

Sudah jatuh tertimpa tangga. Yaa kalimat tersebut memang yang sering dialami rakyat kecil yang hidup di pedalaman. Minimnya sarana dan prasarana membuat masyarakat tersebut sulit mendapatkan apa yang menjadi kebutuhan mereka. Pendidikan yang rendah membuat mereka sulit mendapatkan pekerjaan dan membuat penghasilan mereka pun sangat kecil atau bahkan mereka tidak memiliki penghasilan jika tidak memiliki ketrampilan. Jadi, bagaimana anak-anak yang hidup disana bisa mendapatkan kehidupan dan pendidikan yang layak ?

Hal ini dirasakan oleh wira, seorang bocah asal desa Tenjo, Kabupaten Bogor. Menurut koran Radar Bogor edisi Selasa (30/4) karena minimnya fasilitas serta rendahnya perekonomian warga daerah tersebut membuat anak-anak ikut menderita. Wira, mendapatkan perawatan medis di Rumah Sehat Terpadu Dompet Duafa, Kecamatan Kemang. Tim medis mendiagnosa Wira terkena marasmus kwarsiorkor atau kekurangan kalori dan protein. Wira yang berusia 8 tahun hanya memiliki bobot 11 kilogram, padahal seharusnya sekitar 25 kilogram untuk anak seusianya. Karena Wira mengalami sakit sejak kecil, sehingga sampai saat ini ia belum bersekolah. Orang tuanya yang hanya berprofesi sebagai pedagang & buruh tani membuat pengahasilan mereka tidak tetap dan membuat anak mereka kekurangan gizi karena keterbatasannya dana yang diperlukan untuk memenuhi kebutuhan gizi anak mereka.

Menurut dokter di rumah sakit tempat Wira dirawat, gizi buruk bisa terjadi karena lingkungan pasien yang kurang sehat, seperti pola kehidupan keluarga dan sanitasinya. Dan diperlukan waktu sekitar satu bulan dengan perawatan yang maksimal untuk mengembalikan berat normal Wira.

Mungkin tidak hanya Wira saja yang mengalami hal demikian, banyak anak-anak Indonesia yang lainnya yang mengalami kekurangan gizi. Sudah hidup serba kekurangan, harus juga merasakan penderitaan yang lainnya seperti sakit yang membutuhkan biaya agar cepat sembuh. Bagaimana bisa membayar biaya untuk berobat ke dokter, jika untuk makan sehari-hari saja sulit. Apakah mereka yang serba kekurangan tidak boleh mengalami sakit ? Seharusnya kita membuka mata, melihat betapa menderitanya mereka yang hidup serba kekurangan. Sudah sepantasnya lah kita sebagai manusia menolong orang lain yang membutuhkan. Tidak acuh terhadap mereka. Semoga saja pemerintah mau lebih memperdulikan rakyat kecil, agar rakyat kecil khusunya anak-anak tidak lagi mengalami gizi buruk seperti Wira. Karena mereka lah penerus bangsa ini.

Wanita dan Hijab

(Manusia dan Keindahan)

Menurut buku Dialog Wanita dan Islam, ada sebagian wanita muslimah yang beranggapan bahwa jilbab atau pakaian yang menutup aurat itu mengekang kebebasannya dalam berdandan dan dalam pergaulannya. Merasa tidak menjadi cantik dengan berhijab. Oleh karenanya banyak kita lihat wanita muslimah berpakaian dengan menampakkan auratnya, bahkan setengah telanjang. Padahal sudah jelas hukumnya wajib bagi wanita muslimah untuk menutup auratnya. Wanita dan hijab merupakan perpaduan keindahan. Wanita yang berhijab akan terlihat lebih indah dan cantik. Sama halnya seperti sebuah permen yang dibungkus rapi dengan pembungkusnya dengan sebuah permen yang dibiarkan terbuka tanpa pembungkus. Sudah jelas permen yang terbungkus rapi itu akan lebih menarik dibandingan yang tidak terbungkus, selain itu permen yang tidak terbungkus akan cepat dihinggapi oleh lalat. Begitu juga sama halnya dengan wanita yang berhijab dan tidak. Berhijab merupakan salah satu langkah awalan yang baik untuk menjadi pribadi yang lebih baik. Jika berhijab sudah dilakukan langkah selanjutnya adalah memperbaiki hati yang masih buruk.
Jadi, tidak perlu lagi merasa takut untuk berhijab. Waktu dan umurlah yang akan merubah bentuk jasmani seseorang tetapi jiwa dan rohani yang bersih akan tetap segar serta sehat. Berhijab itu cantik :)

Harapan Orang Pinggiran

(Manusia dan Harapan)

Harapan untuk mendapatkan kehidupan yang layak memang diinginkan oleh setiap orang. Memiliki rumah yang layak huni, pakaian layak pakai, makanan layak makan memang diinginkan oleh semua orang tetapi tidak dapat dipungkiri jika sulit untuk mendapatkan itu semua. Dibutuhkan kerja keras dan usaha yang keras untuk mendapatkannya.

Sebagian orang mampu mewujudkan harapan mereka itu, tinggal dirumah yang bisa dibilang tidak mewah tetapi masih bisa dibilang layak untuk ditempati, memakai pakaian yang masih layak untuk dikenakan dan memakan makanan yang memang layak untuk dikonsumsi. Terlebih jika mereka memiliki semua yang mereka inginkan dan sangat lebih dari kata cukup. Ironis memang jika melihat ternyata masih ada sebagian orang yang belum bisa mewujudkan harapan mereka itu. Seperti berita-berita yang dimuat diberbagai media seperti media cetak dan elektronik, masih banyak orang yang tinggal dibawah jembatan. Dengan ekonomi yang sulit mereka terpaksa mendirikan sebuah rumah yang jauh dari kata layak di bawah jembatan. Seakan mereka tidak pernah takut jika suatu waktu pemerintah akan mengusir mereka. Karena memang lahan dibawah jembatan bukanlah sebuah tempat tinggal. Namun mau bagaimana lagi ? Untuk makan sehari-hari saja mereka harus bekerja keras untuk mendapatkannya, apalagi harus memikirkan tempat tinggal yang layak. Ada tempat yang bisa dijadikan tempat berteduh saja sudah sangat mereka syukuri.

Siapa yang harus disalahkan jika sudah seperti ini ? Mereka yang tinggal dibawah jembatan ataukah pemerintah ? Inilah kehidupan yang sangat kontras terlihat di Indonesia, mereka yang berada digaris kemiskinan akan sangat terlihat dibandingkan mereka yang mampu. Harapan bagi orang-orang yang mampu dapat terwujud dengan mudahnya. Sedangkan bagi mereka yang sulit akan sangat sulit untuk mewujudkan harapan mereka.

Ibu adalah Segalanya

(Manusia dan Kasih Sayang)

Surga ada ditelapak kaki ibu. Kalimat itu yang selalu menyadarkan saya bahwa ibu itu adalah segalanya. Ibu yang sudah melahirkan saya ke dunia ini dengan mempertaruhkan nyawanya. Saya pernah membaca buku yang berjudul Chairul Tanjung si Anak Singkong. Dalam buku itu pak Chairul menceritakan kisahnya yang membuat hati saya sangat tersentuh. Salah satu kisahnya adalah tentang beliau yang sangat menyayangi ibunya. Beliau menuangkan ungkapan rasa sayang kepada ibunya dalam bentuk sebuah buku yang dapat dijadikan inspirasi untuk banyak kalangan termasuk saya. 

Dalam bukunya tertulis ''Surga ada di telapak kaki ibu. Saya sungguh percaya dengan ungkapan ini. Bahkan kalau kita benar-benar berbakti kepada ibu dengan sepenuh hati dan ikhlas, maka surga juga akan kita gapai di dunia''. Ketika itu sang ibu mrminta untuk pergi naik haji. Pak Chairul bukan membingungkan atau mempersoalkan masalah biaya, melainkan dengan siapa ibunya harus pergi ke Tanah Suci. Dan akhirnya setelah mempertimbangkan banyak hal pak Chairul akhirnya memutuskan untuk merangkat menemani sang ibu pergi ke Tanah Suci. Menurutnya apa yang sudah di capainya merupakan berkah dan amanah dari Tuhan Yang Maha Esa dan kekuatan doa dari sang ibu yang sangat luat biasa terhadap kesuksesan yang dia raih hingga detik ini. Oleh karenanya pada persiapan menjelang pergi dan selama berada di Tanah Suci, pak Chairul lah yang mengurus langsung keperluan ibu, termasuk dalam melaksanakan proses haji, beliau terus menjaga ibunya. Perhatian yang sangat luar biasa. Beliau sangat berbakti kepada orang tuanya.

Hal yang membuat saya merasa terinsprirasi dari buku Pak Chairul adalah beliau sungguh percaya jika kesuksesan yang telah ia dapat sekarang tidak lain karena kekuatan doa luar biasa dari sang ibu. Benar kata pak Chairul, jika kita berbakti kepada ibu dengan tulus dan ikhlas maka surga di dunia pun akan kita raih apalagi surga di akhirat nanti.

Sayangilah ibu kita selagi ia masih ada bersama kita. Menyesalah bagi mereka yang menyia-nyiakan kasih sayang ibu. Jagalah ibu, bahagiakanlah ibu sebagaimana ia telah menjaga dan membahagiakan kita sedari kita belum lahir ke dunia ini.

Minggu, 14 April 2013

Cantik sih. Tapi.....

Sebenernya kejadian yang aku alami ini udah lumayan lama. Kalo ga salah pertengahan tahun 2012 (agak lupa).

Waktu itu aku masih di tingkat 3 jadi sekitar semester 5 atau 6. Setiap hari Kamis sore setelah kuliah selesai, aku dan pacar ku (fandy) suka bercerita tentang makhluk-makhluk gaib soalnya pacar ku itu punya suatu kelebihan seperti melihat sesuatu yang orang biasa tidak bisa lihat.

Nah, saking asiknya aku tanya-tanya masalah hantu ke dia. Ga sadar kalo ternyata udah sore banget. Hampir magrib. Akhirnya kita memutuskan untuk pulang. Tapi sebelumnya, aku kebelet pengen buang air kecil. Awalnya mau aku tahan aja soalnya takut juga karena udah sore. tapi pacar ku bilang jangan ditahan-tahan. Dia bakalan nunggu didepan toilet. Yaudah deh aku ke toilet yang ada dibawah parkiran kampus E. Pas mau masuk ke toilet itu, ternyata ada mahasiswi juga yang mau kesana. Dia juga diantar sama pacarnya. Dan pacarnya nunggu didepan toilet bareng pacar ku. Toilet yang bisa dipakai cuma ada 2 (sebenernya ada 3, tapi yang 1 selalu dikunci). Karena mahasiswi itu yang pertama masuk, dia pilih toilet pintu pertama dekat pintu keluar toilet, mau ga mau aku pilih toilet pintu ketiga paling ujung. Ga berapa lama, tiba-tiba lampu toilet mati. Mahasiswi yang bareng aku tadi teriak sambil manggil-manggil mama nya hehee. Aku juga teriak sih, tapi cuma teriak aaaaaaaaaaa :p

Ga sampe 10 detik mungkin, lampu toilet nyala lagi. Aku langsung aja buru-buru, soalnya mahasiswi yang tadi udah ga kedengeran suaranya, mungkin dia udah kabur duluan. Pas aku buka pintu toilet ternyata ada seorang perempuan (seperti mahasiswi) dengan rambut ikal panjang dan menggunakan baju warna biru, dia bilang "maaf ya kepencet" dan anehnya dia sambil menepuk-nepuk tembok. Karena aku panik, aku cuma bilang "iya gapapa" sambil lari keluar toilet dan ga mikir aneh-aneh siapa perempuan itu.

Pas udah sampe keluar toilet, pacar ku nanya "tadi kenapa kok pada teriak gitu?". Aku jawab "tadi ada cewek yang matiin lampu, karena kaget jadi teriak deh." trus pacar ku nanya "oh, cewek yang tadi masuk nya barengan sama kamu ya yang matiin lampu?". "Bukan, bukan.. dia teriak juga. pokoknya tadi ada cewek yang ngaku kalo dia yang matiin lampu. Emang kamu ga liat cewek itu masuk ke toilet." Pacar ku trus bilang "aku daritadi nunggu di luar sama laki-laki yang nganter pacarnya juga itu, ga liat ada yang masuk selain kamu, sama perempuan yang dianter laki-laki itu kok. beneran deh."

dag dig dug.. kalo gitu tadi siapa dong ? kata pacar ku, untung nya ga di tampakkin dengan wujud yang menyeramkan, tapi mau bagaimana juga tetep aja horooooorr ~____~

Kamis, 21 Maret 2013

I Love Him

Segenap hatiku selalu memujamu 
Seluruh jiwa kupersembahkan untukmu 
Sepenuh cintaku merindukan dirimu 
Seutuh gejolak membakar hatiku 
Seperti cahaya hadirmu di duniaku 
Seperti ribuan bintang yang menghujam jantungku
Kau membuatku merasakan indahnya jatuh cinta, indahnya dicintai, saat kau jadi milikku
Takkan kulepaskan dirimu cintaku 
Teruslah kau bersemi di dalam lubuk hatiku