Minggu, 21 November 2010

System Development Life Cycle

PENDAHULUAN

SDLC adalah tahapan-tahapan pekerjaan yang dilakukan oleh analis sistem dan programmer dalam membangun sistem informasi.

TINJAUAN PUSTAKA

Siklus Hidup Pengembangan Sistem (SDLC) terdiri dari lima fase yaitu, perencanaan, analisis, desain, konstruksi atau implementasi dan perawatan.

1. PERENCANAAN

Menurut Jogiyanto:
• Merencanakan proyek-proyek sistem yang terdiri dari perencanaan jangka pendek dan perencanaan jangka panjang.
• Menentukan proyek-proyek sistem yang akan dikembangkan
• Mendefinisikan proyek-proyek sistem

Menurut Kendall & Kendall

Fase perencanaan dipaparkan menjadi beberapa bagian yaitu identifikasi masalah, peluang dan tujuan.
• Identifikasi masalah dilakukan dengan melihat kenyataan yang terjadi dalam suatu perusahaan.
• Identifikasi kesempatan dilakukan untuk mengetahui proses apa saja yang dapat diubah menjadi lebih baik dengan adanya sistem terkomputerisasi.
• Identifikasi tujuan dilakukan untuk mengetahui tujuan apa yang ingin dicapai perusahaan.

Menurut Lucas Jr.

Perencanaan dipaparkan dalam beberapa tahap yaitu:
a. Inception
b. Feasibility Study

2. ANALISIS SISTEM

Menurut Jogiyanto

• Mengidentifikasi dan mengevaluasi permasalahan-permasalahan, kesempatan-kesempatan-kesempatan, hambatan-hambatan yang terjadi dan kebutuhan-kebutuhan yang diharapkan sehingga dapat diusulkan perbaikan-perbaikannya. Disini dilakukan pula identifikasi personil-personil kunci baik yang langsung maupun tidak langsung dapat menyebabkan terjadinya masalah.
• Memahami kerja dari sistem yang ada dengan cara melakukan penelitian.
• Menganalisis sistem berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan, yang meliputi analisis kelemahan sistem dan kebutuhan informasi bagi pemakai/manajemen.
• Membuat laporan hasil analisis

Menurut Kendall & Kendall

Analisis sistem dibagi menjadi dua tahap:
a. Determining Information Requirements
b. Analyzing System Needs

Menurut Lucas Jr.

Analisis sistem dibagi menjadi dua tahap:
a. System Analysis
b. Requirement Analysis

3. DESAIN

Menurut Jogiyanto

Fase ini terdiri dari:
a. Desain Secara Umum
b. Desain Secara Terinci
c. Seleksti sistem

Menurut Kendall & Kendall

Pada tahap ini diberi nama Designing The Recommended System.

Menurut Lucas Jr

Terdapat 2 tahap yaitu:
a. Design
b. Spesifications

4. KONTSTRUKSI ATAU IMPLEMENTASI

Menurut Jogiyanto

Implementasi sistem merupakan tahap meletakkan sistem supaya siap dioperasikan, adapun tahapannya sebagai berikut :
• Penerapan rencana implementasi
• Pelaksanaan kegiatan implementasi

Menurut Kendall & Kendall

Fase ini terdiri dari:
a. Developing and Documenting Software
b. Testing and Maintaining The Sistem
c. Implemeting and Evaluating The Sistem
Menurut Lucas Jr
Fase implementasi terdiri dari :
a. Programming
b. Testing
c. Training
d. Convertion

5. PERAWATAN (MAINTENANCE)

Menurut Jogiyanto

Pentingnya dilakukan perawatan sistem karena selalu ada kemungkinan bahwa sistem menyisakan kesalahan-kesalahan yang tidak terdeteksi pada saat pengujian sistem.
Menurut Kendall & Kendall
Menurut Kendall, fase perawatan telah dimulai dari :
a. Testing and Maintaining The Sistem
b. Implemeting and Evaluating The Sistem

Menurut Lucas Jr.

Tahap ini diberi nama Operation.

PEMBAHASAN

System Development Lyfe Cycle (SDLC) adalah keseluruhan proses dalam membangun sistem melalui beberapa langkah. Ada beberapa model SDLC. Model yang cukup populer dan banyak digunakan adalah waterfall. Beberapa model lain SDLC misalnya fountain, spiral, rapid, prototyping, incremental, build & fix, dan synchronize & stabilize.

SDLC adalah tahapan-tahapan pekerjaan yang dilakukan oleh analis sistem dan programmer dalam membangun sistem informasi. Langkah yang digunakan meliputi :
I. Melakukan survei dan menilai kelayakan proyek pengembangan sistem informasi.
II. Mempelajari dan menganalisis sistem informasi yang sedang berjalan.
III. Menentukan permintaan pemakai sistem informasi.
IV. Memilih solusi atau pemecahan masalah yang paling baik.
V. Menentukan perangkat keras (hardware) dan perangkat lunak (software).
VI. Merancang sistem informasi baru.
VII. Membangun sistem informasi baru.
VIII. Mengkomunikasikan dan mengimplementasikan sistem informasi baru.
IX. Memelihara dan melakukan perbaikan/peningkatan sistem informasi baru bila diperlukan.

Dengan siklus SDLC, proses membangun sistem dibagi menjadi beberapa langkah dan pada sistem yang besar, masing-masing langkah dikerjakan oleh tim yang berbeda.

Dalam sebuah siklus SDLC, terdapat enam langkah. Jumlah langkah SDLC pada referensi lain mungkin berbeda, namun secara umum adalah sama. Langkah tersebut adalah :
1. Analisis sistem, yaitu membuat analisis aliran kerja manajemen yang sedang berjalan
2. Spesifikasi kebutuhan sistem, yaitu melakukan perincian mengenai apa saja yang dibutuhkan dalam pengembangan sistem dan membuat perencanaan yang berkaitan dengan proyek sistem
3. Perancangan sistem, yaitu membuat desain aliran kerja manajemen dan desain pemrograman yang diperlukan untuk pengembangan sistem informasi
4. Pengembangan sistem, yaitu tahap pengembangan sistem informasi dengan menulis program yang diperlukan
5. Pengujian sistem, yaitu melakukan pengujian terhadap sistem yang telah dibuat
6. Implementasi dan pemeliharaan sistem, yaitu menerapkan dan memelihara sistem yang telah dibuat.

Siklus SDLC dijalankan secara berurutan, mulai dari langkah pertama hingga langkah keenam. Setiap langkah yang telah selesai harus dikaji ulang, kadang-kadang bersama expert user, terutama dalam langkah spesifikasi kebutuhan dan perancangan sistem untuk memastikan bahwa langkah telah dikerjakan dengan benar dan sesuai harapan. Jika tidak maka langkah tersebut perlu diulangi lagi atau kembali ke langkah sebelumnya.

Kaji ulang yang dimaksud adalah pengujian yang sifatnya quality control, sedangkan pengujian di langkah kelima bersifat quality assurance. Quality control dilakukan oleh personal internal tim untuk membangun kualitas, sedangkan quality assurance dilakukan oleh orang di luar tim untuk menguji kualitas sistem. Semua langkah dalam siklus harus terdokumentasi. Dokumentasi yang baik akan mempermudah pemeliharaan dan peningkatan fungsi sistem.

Systems Development Life Cycle, atau SDLC (Daur hidup pengembangan sistem) adalah proses yang digunakan oleh analis sistem untuk menggembangkan sistem informasi, mulai dari penentuan kebutuhan, perancangan, validasi, sampai pelatihan dan penyerahan kepada konsumen.
SDLC merupakan alur kerja baku yang biasa dipakai oleh perusahaan-perusahaan vendor software dalam mengembangkan software aplikasi produksinya. SDLC ini tidak hanya penting untuk proses produksi software saja, namun terlebih juga sangat penting untuk proses maintenance software itu sendiri, karena tanpa pengarsipan data-data development suatu software, maka akan sangat menyulitkan perusahaan dalam maintenance software tersebut dikemudian hari.

SDLC ini seharusnya dapat menghasilkan suatu sistem aplikasi yang sesuai dengan harapan konsumen, dapat diselesaikan dalam waktu dan biaya yang telah ditentukan, dapat berjalan efektif dan efisien dalam infrastrukur teknologi informasi sekarang dan pada masa yang akan datang. Sistem juga harus mudah untuk dikembangkan untuk merespon berbagai kebutuhan organisasi/perusahaan pemakainya.(dna)
Dalam perkembangannya SDLC dilengkapi oleh berbagai teknik pengembangan
sistem, yaitu:

Prototyping

Prototyping adalah proses pembuatan model sederhana untuk software final yang mengijinkan pengguna memiliki gambaran dasar tentang program serta melakukan pengujian awal.
Jenis-jenis teknik prototyping adalah:
a) Trowaway Prototyping.
b) Evolutionary Prototyping.
c) Incremental Prototyping.


Keuntungan menggunakan teknik prototyping:
a) Mengurangi waktu dan biaya.
b) Meningkatkan keterlibatan pengguna.
c) Mengurangi kesalahpahaman dan kesalahan interpretasi dengan pengguna.

Kelemahan menggunakan teknik prototyping:
a) Analisis kurang.
b) Biaya untuk membuat prototyping cukup tinggi.

Waterfall

Keuntungan menggunakan teknik waterfall:
a) Proses menjadi teratur
b) Estimasi proses menjadi lebih baik
c) Jadwal menjadi lebih menentu

Kelemahan menggunakan teknik waterfall
a) Sifatnya kaku, sehingga susah melakukan perubahan di tengah proses
b) Membutuhkan daftar kebutuhan yang lengkap di awal, tapi jarang konsumen
bisa memberikan kebutuhan secara lengkap diawal

Spiral

Teknik spiral mencoba menggabungkan model prototyping dan waterfall. Biasa digunakan untuk proyek besar yang mahal dan rumit. Digunakan oleh militer Amerika untuk mengembangkan program Future Combat Systems.

Keuntungan menggunakan teknik spiral:
a) Pengguna dan developer bisa memahami dengan baik software yang
dibangun karena progress dapat diamati dengan baik.
b) Estimasi menjadi lebih realistik seiring berjalannya proyek karena masalah
ditemukan sesegera mungkin.
c) Lebih mampu menangani perubahan yang sering terjadi pada software
development.
d) Software engineers bisa bekerja lebih cepat pada proyek.

Kelemahan menggunakan teknik spiral:
a) Membutuhkan waktu yang lama.
b) Membutuhkan dana yang besar.
c) Membutuhkan planning jangka panjang yang baik agar program bisa selesai
dengan baik.

V Model

Teknik V model sering disebut sebagai pengembangan dari teknik waterfall. V untuk verifikasi dan validasi dan merupakan model standar yang banyak dipakai di negara-negara Eropa seperti standar untuk proyek pertahanan dan administrasi federal di Jerman.

Keuntungan menggunakan teknik V model:
a) Merupakan model pengembangan terstruktur.
b) Setiap fase dapat diimplementasikan dengan dokumentasi yang detail dari fase
sebelumnya.
c) Aktivitas pengujian dapat dimulai di awal proyek, sehingga mengurangi waktu
proyek.

Kelemahan menggunakan teknik V model adalah dokumentasi harus cukup detail agar fase selanjutnya dapat berjalan dengan baik.

Formal Method

Teknik formal method adalah teknik yang mengandalkan perhitungan matematika dalam setiap prosesnya. Hanya digunakan pada sistem yang sangat memperhatikan keamanan atau keselamatan dari pengguna. Contoh penggunaan teknik ini adalah aerospace engineering.

Keuntungan menggunakan teknik formal method adalah meminimalkan resiko dengan adanya perhitungan komputasi.

kerugiannya adalah:
a) Biaya Tinggi.
b) Kompleks
c) Tidak Umum untuk Proyek Software pada umumnya

Extreme Programming

Merupakan bagian dari metode agile software development.

Keuntungan menggunakan teknik extreme programming.
a) Menjalin Komunikasi yang Baik dengan Klien.
b) Meningkatkan Komunikasi dan Sifat Saling Menghargai antar Developer.

Kelemahan menggunakan teknik extreme programming:
a) Developer harus selalu siap dengan perubahan karena perubahan selalu
diterima.
b) Tidak bisa membuat kode yang detail di awal (prinsip simplicity dan juga
anjuran untuk melakukan apa yang diperlukan hari itu juga). (McLeod &
Schell, 2004; Willy Sudiarto Raharjo; Martin, 1991)

PENUTUP
Dengan siklus SDLC, proses membangun sistem dibagi menjadi beberapa langkah dan pada sistem yang besar, masing-masing langkah dikerjakan oleh tim yang berbeda.

REFERENSI
http://teknologi.kompasiana.com/internet/2010/09/27/sdlc/
http://kelassisteminformasi.blogspot.com/2009/10/sdlc-system-development-life-cycle.html
http://www.beritanet.com/Literature/Kamus-Jargon/Systems-Development-Life-Cycle-SDLC.html
http://yuliagroups.wordpress.com/system-development-life-cycle-sdlc/
http://www.kubudewata.com/index.php/sim-dan-disain/97-sdlc-menurut-ahli

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar